Tak jarang ada orang yang menganggap asuransi itu penipu. Hmm… sebenarnya pihak asuransi pun bisa saja menjadi korban penipuan, dan ini sudah sering terjadi, seperti pada contoh-contoh kasus berikut ini.

Apakah persamaan dari adanya tikus dalam semangkuk sup, properti yang secara misterius terbakar saat akan disita, atau mobil balap yang terdampar di dasar danau?

Semua itu merupakan contoh-contoh penipuan asuransi yang keterlaluan. Di mana terdapat pemegang polis asuransi yang sedang kekurangan dana, agen asuransi palsu atau tidak bermoral, pengusaha yang sedang bangkrut dan putus asa, dan sekelompok penipu yang berkomplot menipu perusahaan asuransi dengan mengajukan klaim palsu yang dibuat-buat.

James Quiggle, juru bicara koalisi nirlaba perusahaan asuransi dan konsumen, menyatakan bahwa setiap tahun setidaknya terdapat kejahatan asuransi senilai $80 milliar, di mana angka ini belum termasuk biaya sosial yang terjadi.

“Saat biaya kehilangan produktifitas, biaya untuk menyelidiki dan pengadilan dihitung, maka jumlah kerugian yang sebenarnya menjadi jauh lebih tinggi,” ujar James.

Dari klaim makanan tercemar yang mencurigakan, kasus tergelincir dan jatuh, kematian yang dipalsukan, sampai dengan pembunuhan yang nyata, berikut ini adalah delapan penipuan asuransi yang paling nekat dan licik, yang dikutip dari Hall of Fame koalisi penipuan asuransi yang memalukan.

1. Membakar rumah demi uang

Gaya hidup yang tinggi menyebabkan seorang eksekutif bernama Marc Thompson memiliki utang yang sangat tinggi. Dengan putus asa dia membakar rumahnya demi uang asuransi sebesar $ 730.000. Untuk membuatnya tampak meyakinkan sebagai usaha bunuh diri dengan membakar diri, Marc menuntun Ibunya sendiri, Carmen, yang telah berusia 90 tahun ke lantai bawah. Marc menyiram ruang bawah tanah dengan cairan mudah terbakar, dan melemparkan korek api.

Banyak orang membakar rumahnya sendiri, saat ekonomi sedang memburuk tajam karena resesi. Seringkali rumah-rumah itu dibakar, sesaat sebelum akan disita, karena pemiliknya sudah memiliki banyak utang.

Marc terbukti bersalah, dan sedang menjalani hukuman 190 tahun di penjara Federal.

2. Terselip dan terjatuh palsu

Isabel Parker adalah seorang ratu penipuan untuk urusan terselip dan terjatuh palsu. Berusia 72 tahun, ia telah pura-pura tersungkur karena terselip di berbagai toko, ritel, dan supermarket untuk memperoleh klaim senilai $500.000. Isabel mungkin melakukannya sebagai efek samping dari ketagihannya berjudi.

Orang-orang seperti Isabel akan melakukan klaim telah mengalami kerusakan jaringan lunak akibat terselip dan jatuh di satu per satu toko, ritel dan supermarket secara bergiliran. Dan para penipu ini berhitung perusahaan asuransi akan dengan gampang membayar klaim palsu mereka, daripada klaim-klaim tersebut menjadi gangguan terus-menerus.

Namun karena majunya database klaim asuransi, pola penipuan asuransi ini kemudian dapat dikenali, dan kelompok orang yang melakukan penipuan jenis ini pun ditangkap.

3. Penipuan Asuransi Mobil Kerusakan Total (TLO)

Saat guru kimia di salah satu SMA di Houston bernama Tramesha Lashon Fox bosan melakukan cicilan pembayaran mobil Chevy Malibu-nya, dia menawarkan pada 2 orang siswanya yang gagal naik kelas untuk membakar mobilnya untuk mendapatkan klaim asuransi. Rencananya terbongkar, dan Tramesha dipecat dan mendekam di penjara selama 90 hari.

Balap jalanan liar adalah ilegal dan tidak ada perusahaan asuransi yang akan mau membayar akibat kerusakan dari balap jalanan tersebut. Maka para pembalap itu akan merusakkan mobil mereka dengan menabrakkan ke pohon, atau mengatakan bahwa mereka ditabrak lari.

Bahkan terdapat pembalap liar yang sengaja membakar mobil mereka atau menenggelamkan mobil mereka ke dasar danau, dan mengatakan bahwa itu adalah kecelakaan.

Dalam kasus-kasus seperti ini maka perusahaan asuransi harus melihat konsistensi antara kerusakan mobil dengan cerita kronologi dari orang-orang tersebut.

4. Agen asuransi palsu merugikan nasabah

Ada kalanya para nasabah asuransi tertipu oleh agen asuransi palsu seperti James Lee Graff, yang telah menipu lebih dari 30.000 orang untuk mendapatkan uang sejumlah $40 juta.

James memungut premi dari para nasabahnya, namun dia tidak meneruskan premi itu ke perusahaan asuransi, serta menerbitkan polis kesehatan palsu untuk para nasabahnya tersebut, yang menyebabkan para nasabah asuransi kesehatan itu akhirnya harus membayar ongkos berobat dengan biaya mereka sendiri.

Juga harus diwaspadai berbagai modus bengkel perbaikan mobil yang bisa merugikan para nasabah asuransi mobil. Mereka mengganti berbagai komponen bodi mobil yang rusak dengan komponen yang kualitasnya lebih rendah, dan menagihkan biaya perbaikan asuransi dengan biaya yang mahal.

Perusahaan asuransi kebanyakan akan tetap membayar klaim bengkel-bengkel itu, tapi tentu saja yang paling dirugikan adalah para pemilik mobil, yang juga merupakan nasabah asuransi mobil, karena mendapatkan spare part dengan kualitas jelek yang mungkin bisa membahayakan keselamatan di jalan.



5. Tikus dalam mangkuk sup

Carla Patterson mencoba mengeksploitasi sebuah restoran Cracker Barrel di Virginia untuk klaim asuransi senilai $500.000 setelah mengaku menemukan seekor tikus di sajian sup sayurannya.

Namun investigasi yang dilakukan kemudian menemukan bahwa tidak terdapat bekas sup di paru-paru tikus tersebut, dan paru-paru tikus dalam kondisi belum termasak. Carla pun menerima vonis hukuman satu tahun karena usaha penipuan ini.

Ini merupakan bentuk pemerasan, di mana pelakunya memperhitungkan pihak restoran akan dengan mudah mengabulkan tuntutannya karena tidak ingin namanya tercemar. Namun yang tidak diketahui oleh para penipu ini adalah restoran dan perusahaan makanan telah memperketat produksi pangan mereka untuk menghindari klaim semacam ini.

Jika seseorang berkata bahwa dia menemukan cacing di minuman ringan yang dia beli, maka perusahaan produsen akan segera dapat menentukan berdasarkan prosedur produksinya, bahwa tidak mungkin seekor cacing bisa masuk ke dalam kemasan minuman ringan itu.

6. Kematian palsu

Clayton Daniels dan istrinya Molly, merencanakan sebuah skenario kematian palsu sebagai usaha untuk mendapatkan klaim asuransi jiwa senilai $110.000.

Mereka menggali makam seorang wanita tua bernama Charlotte Davis, mengenakannya dengan pakaian Clayton, meletakkan tubuhnya di dalam mobil, mengatur mobil agar terbakar dan mendorong mobil itu jatuh ke dalam jurang.

Malang bagi Clayton, perusahaan asuransi bersikeras untuk melakukan tes DNA, dan penyelidik menemukan bahwa api bermula dari bagian kursi pengemudi. Beberapa minggu kemudian Clayton muncul kembali dengan penyamaran diri, rambut dan kumis yang telah dicat, dan diperkenalkan sebagai pacar baru Molly.

Rencana penipuan ini gagal, dan mereka pun dipenjara untuk waktu yang cukup lama.

Perusahaan asuransi akan selalu menganggap serius kasus-kasus berbau penipuan kematian. Kasus ini relatif cukup banyak, sehingga perusahaan asuransi telah memiliki cara-cara yang canggih untuk mengungkap kejahatan ini.

Mengapa? Karena biasanya kasus penipuan kematian palsu melibatkan nilai klaim yang besar, bisa sampai dengan $500.000 sampai dengan $1 juta. Maka perusahaan asuransi tidak akan dengan gampang menumpahkan uang sebanyak itu tanpa alasan yang benar.

7. Penipuan resep palsu

Resep palsu merupakan jenis penipuan asuransi yang tergolong mahal.

Dr Jorge Martinez, seorang spesialis manajemen rasa nyeri dan sakit dari Ohio, berusaha menipu perusahaan asuransi sebesar $60 juta, di mana dia kemudian menerima $12 juta, untuk berbagai obat-obatan narkotika dan tes diagnostik mahal yang tidak pernah dia lakukan. Dia menagih asuransi dengan curang kepada lebih dari 100 pasien selama bertahun-tahun. Dan setelah terbukti curang, kini dia menjalani hidup di dalam penjara.

Operator klinik medis California Tam Vu Pham membayar lebih dari 5000 orang sehat supaya diijinkan baginya melakukan tindakan operasi terhadap mereka, untuk kemudian dia menagih biaya-biaya operasi tersebut kepada perusahaan asuransi.

Dr. Stephen Schneider dari Wichita harus bertanggung jawab atas kematian 68 pasiennya terkait dengan resep asuransi yang diberikan olehnya dan istrinya. Mereka berdua pun harus meringkuk di penjara selama 30 tahun.

8. Dua penipuan beruntun yang sangat buruk

Nicholas Di Puma dari Walton, N.Y. berpikir bahwa dia bisa melakukan 2 penipuan asuransi sekaligus. Dia sengaja membakar rumah dan mobilnya untuk mendapatkan klaim asuransi.

Menurut Di Puma, semuanya berawal dari saat panci-panci yang berada di atas kompornya terbakar. Setelah gagal memadamkan apinya dengan kain lap, Di Puma mengatakan dia terpaksa harus melemparkan panci pertama ke luar pintu, dan panci itu mendarat tepat di kursi belakang mobilnya….mobil pun terbakar.

Kemudian saat berusaha untuk melempar panci kedua ke luar rumah, dia tersandung dan terpeleset, sehingga panci itu mendarat di sofa…maka terbakarlah rumahnya.

Cerita yang luar biasa. Dan para penegak hukum setempat pun sepakat memberikan hukuman percobaan 5 tahun kepada Di Puma, tentu saja dengan tidak ada manfaat asuransi yang dibayar.

Kedelapan kasus di atas adalah contoh-contoh yang sangat jelek tentang penipuan atau kejahatan asuransi, yang dilakukan bukan oleh perusahaan asuransi. Terkadang orang berpikir sah saja untuk melakukan kejahatan asuransi karena telah membayar biaya premi yang tinggi selama bertahun-tahun. Namun tentu saja pemikiran ini tidaklah benar. Kejahatan adalah tetap sebuah kejahatan, apa pun bungkusnya.

Dalam hal penerimaan berkas klaim dari nasabah, semua perusahaan asuransi pasti melakukan analisa, termasuk Allianz. Dan jika diperlukan maka Allianz akan melakukan klarifikasi data klaim, mungkin juga sampai melakukan investigasi.

Allianz pasti membayar klaim yang diajukan sesuai dengan ketentuan polis. (Artikel ditulis oleh Anugrah Wahyudi, pernah menjadi agen Allianz di tim saya).


 

Untuk konsultasi tentang asuransi Allianz, silakan menghubungi saya:

Asep Sopyan (Agen Allianz, MDRT)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: asepsopyan.asn@gmail.com | Youtube: Asep Sopyan

 

Leave a Reply