body mass index
Cara Menghitung BMI

BMI (Body Mass Index atau Indeks Massa Tubuh) adalah suatu cara untuk mengetahui berat badan ideal berdasarkan tinggi dan berat badan. BMI kurang atau berlebih menunjukkan indikasi adanya potensi gangguan kesehatan.

BMI dapat diukur dengan rumus: Berat badan (kg)/Tinggi badan (m)2.

rumus bmi

Jika tinggi badan diukur dengan centimeter (cm), rumusnya: Berat badan (kg)/tinggi badan/tinggi badan x 10000 (Dibaca: Berat badan dibagi tinggi badan dibagi tinggi badan dikali 10 ribu).

Jika anda kurang punya waktu untuk menghitung, langsung saja masukkan tinggi dan berat badan anda di kalkulator BMI berikut ini.

 



Indikator BMI

indikator bmi

  • Jika BMI menunjukkan angka kurang dari 18,5, maka tergolong kurus atau kekurangan berat badan
  • Jika BMI menunjukkan angka 18,5 sd 24,9, maka tergolong normal atau ideal.
  • Jika BMI menunjukkan angka 25 sd 29,9, maka tergolong gemuk atau kelebihan berat badan (overweight)
  • Jika BMI menunjukkan angka 30 atau lebih, maka tergolong kegemukan atau obesitas.
BMI dan Asuransi

Perusahaan asuransi mempertimbangkan BMI saat menerima pengajuan asuransi jiwa dan kesehatan calon nasabah. Namun ada yang menyikapinya secara ketat, ada yang longgar saja.

Perusahaan asuransi Allianz relatif longgar dalam menyikapi BMI, tapi tergantung produk yang diambil juga. Beberapa kali saya mendapati nasabah dengan kategori Gemuk (overweight) diterima secara normal.

Misalnya, ada nasabah pria dengan tinggi badan 183 cm dan berat 93 kg (BMI 27,8 alias gemuk), diterima dengan normal dalam asuransi jiwa (produk Tapro).

Pernah juga nasabah perempuan dengan tinggi 158 cm dan berat 73 kg (BMI 29,1) diterima secara normal dalam asuransi kesehatan produk Allisya Care.

Namun untuk produk asuransi kesehatan yang baru, yaitu Allisya Care Premier Plus, Overweight pun sudah dikenakan ekstrapremi. Pernah ada nasabah perempuan dengan tinggi 160 kg dan berat 73 kg (BMI 28,52) dikenakan tambahan premi 25%. Begitu pula nasabah laki-laki dengan tinggi 163 cm berat 78 kg (BMI 29,36) dikenakan tambahan premi 25%.

Sedangkan untuk kategori Obesitas (BMI 30 ke atas), sudah pasti dikenakan premi tambahan baik produk baru maupun lama, atau bisa jadi ditolak.

Pernah ada nasabah dengan tinggi 175 cm dan berat 100 kg (BMI 32,7), diterima dengan tambahan premi 25% dalam pengajuan asuransi kesehatan (Allisya Care).

Namun ada calon nasabah dengan tinggi 170 cm dan berat 110 (BMI 38,1) ditolak dalam pengajuan asuransi jiwa.

Sedangkan untuk kategori kurus, sejauh ini belum pernah menghadapi penolakan ataupun ekstrapremi. Seingat saya pernah ada nasabah dengan tinggi 170 cm dan berat 50 kg (BMI 17,3) diterima dengan normal dalam pengajuan asuransi kesehatan.

Demikian. []


Pengumuman:

Per 21 Juni 2023, saya tidak lagi menjadi agen asuransi jiwa di Allianz Life Indonesia. Per 22 Juli 2023, saya pindah ke Asuransi Hijau. Tapi saya tetap jadi agen asuransi umum di Allianz Utama Indonesia. Terima kasih. (Asep Sopyan)




 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *