asuransi dan riba

Ada yang berpendapat bahwa asuransi (konvensional) itu riba, karena isinya jual-beli uang.

Tidak. Asuransi bukan jual beli uang, tapi jual beli perlindungan keuangan.

Uang dan perlindungan keuangan adalah dua hal yang berbeda.

Jika asuransi itu jual-beli uang, mestinya setiap orang yang membeli asuransi langsung dapat uang. Tapi faktanya tidak. Bahkan hanya sangat sedikit sekali pembeli asuransi yang benar-benar mendapat uang. Sebagian sangat besar pembeli asuransi tidak mendapat uang sama sekali sampai kontraknya berakhir.

Tapi kenapa mereka tetap mau membeli asuransi? Karena yang mereka beli bukan uang, melainkan perlindungan terhadap uang mereka dari kejadian-kejadian yang dapat membuat uang itu hilang atau berkurang.

Yang kita bicarakan di sini adalah produk asuransi yang preminya atau biaya-biayanya hangus (asuransi murni). Dengan kata lain, produk asuransi yang manfaatnya hanya berlaku jika tertanggung mengalami risiko. Asuransi seperti ini tidak bisa disamakan dengan jual-beli uang, dan karena itu hukumnya pun mestinya berbeda.

Jual beli uang itu, misalnya seseorang datang ke bank atau koperasi, menandatangani perjanjian, lalu pulang membawa sejumlah uang, yang selanjutnya akan dibayar dengan uang pula, dengan cara dicicil berikut bunganya.

Produk asuransi bukanlah pinjaman dan bukan pula utang. Premi yang dibayar tertanggung tidak sama dengan cicilan utang, dan uang pertanggungan atau penggantian biaya yang dibayar perusahaan asuransi ketika tertanggung terkena risiko bukanlah pinjaman.

Kemudian ada pertanyaan, misalnya tertanggung baru membayar premi beberapa juta, tapi ketika terjadi risiko, dia mendapatkan uang ratusan juta. Perbedaan nilai seperti ini apakah bukan riba?

Terhadap pertanyaan tsb, dapat disampaikan 2 hal.

Pertama, kalau nilainya sama, buat apa ikut asuransi?

Kedua, memang seperti itulah lazimnya produk perlindungan. Nilai yang dibayar oleh pengguna akan berbeda (jauh lebih kecil) daripada nilai manfaat yang didapatkan.

Contoh, anda membeli antivirus untuk komputer anda, misalnya 1 juta per tahun, tapi berapa nilai data yang dilindungi di dalam komputer tsb?

Atau anda menggaji satpam untuk berjaga di rumah anda. Berapa anda menggaji satpam? Mungkin beberapa juta tiap bulan, tapi sudah tentu nilai aset yang dijaganya jauh lebih besar.

Atau anda membeli helm untuk dipakai saat mengendarai motor. Harga helm hanya beberapa ratus ribu, tapi berapa harga kepala anda?

Demikian. []

Catatan:

  • Anggapan bahwa asuransi (konvensional) sama dengan jual-beli uang ada di tulisan-tulisan tentang asuransi syariah. Sebagai alternatif, asuransi syariah menawarkan asuransi yang sistemnya tolong-menolong di antara sesama peserta. Sudah tentu sistem yang ditawarkan asuransi syariah itu sangat baik, tapi tuduhan riba thd asuransi (konvensional) ini tidak didasarkan pada pengertian yang benar tentang asuransi.
  • Memang, ada produk asuransi (konvensional) yang menjanjikan uang dalam jumlah yang dijamin walau tertanggung tidak mengalami risiko apa pun, seperti dalam produk asuransi pendidikan tradisional dan asuransi yang memberikan pengembalian premi. Asuransi jenis ini bisa disamakan dengan jual-beli uang dan dihukumi sebagaimana produk simpanan/pinjaman, yaitu mengandung riba jika ada bunga.

Baca juga:


 

Untuk konsultasi tentang asuransi, silakan menghubungi saya:

Asep Sopyan (Agen Allianz, MDRT)

HP/WA: 082-111-650-732 | Email: asepsopyan.asn@gmail.com | Youtube: Asep Sopyan

Leave a Reply

%d bloggers like this: